GAMIS, Gerakan Imtaq Literasi dan Disiplin di Sekolah
GAMIS: Gerakan Imtaq, Literasi dan Disiplin di Sekolah
Oleh Nasrullah, S.Pd. M.Pd (Kepala SMPN 22 Mataram)
GAMIS, diharapkan akan menjadi salah satu program unggulan SMPN 22 (SPENDUDU) Mataram. Program ini sudah mulai dirintis sejak awal kepemimpinan saya, Februari 2023, dengan ragam aktivitas sebagai berikut:
1. Gerakan Peningkatan Iman dan taqwa (Imtaq):
Yaitu aktivitas yang bertujuan untuk peningkatan kualitas akhlak, iman dan taqwa peserta didik, sesuai anutan agama mereka masing-masing. Awalnya program ini berbarengan dengan kegiatan literasi sehingga diberi singkatan GILS (Gerakan Imtaq dan Literasi Sekolah) yang berangsung selama 4 hari dalam sepekan (Senin sampai Kamis). Selanjutnya, sekolah membaginya menjadi dua hari untuk kegiatan mengaji dan dua hari untuk kegiatan litaresi. Gerakan ini terdiri dari beragam aktivitas dan pembiasaan, antara lain:
• Mengaji di jam ke nol, dilaksanakan dua hari sepekan 15-20 menit sebelum KBM sesuai jadwal. Siswa hadir di sekolah pukul 07.00. Selanjutnya, bagi siswa muslim, mereka membaca Al-Qur’an dan bagi yang Bergama Hindu membaca buku tentang agamanya. Kegiatan berakhir pada pukul 07.30.
• Sholat Dzuhur berjamaah, setelah selesai pelajaran di kelas, siswa yang muslim di arahkan untuk naik ke mushola untuk melakukan sholat dzuhur berjamaah bersama Bapak/Ibu Guru muslim. Mereka diperbolehkan pulang setelah selesai sholat, pada pukul 13.30.
• Kegiatan Imtaq Jum'at, rintisan kegiatan imtaq Jum’at sudah berjalan dengan baik setelah terlebih dahulu dilakukan rehab/perbaikan mushola agar nyama digunakan. Adapun rincian aktivitasnya sebagai berikut:
• Sholat dhuha, anak-anak dilatih oleh guru agama /Pembina Imtaq untuk membiasakan diri dengan sunah rasulullah, yaitu sholat dhuha.
• Latihan khotbah/tausiah, selesai sholat dhuha dilanjutkan dengan latihan memberikan tausiah di depan umum. Hal ini selain bermaksud untuk melatih pendalaman keagamaan, juga untuk melatih keberanian anak-anak berbicara di depan umum (public speaking). Untuk itu, pembina imtaq telah membuatkan jadwal bergilir di masing-masing kelas.
• Penggalangan shodaqoh, anak-anak juga dilatih untuk membiasakan diri dengan “tangan di atas,” yaitu menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk berinfaq atau bersedekah. Hasilnya akan dihimpun oleh bendahara mushola untuk pemeliharaan mushola dan kebutuhan yang relevan.
• Kegiatan keagamaan lain, selain siswa yang muslim ada juga sebagian yang beragama Hindu. Mereka dibimbing oleh gurunya melakukan ritual keagamaan di ruang yang telah disiapkan.
Output dan outcome yang diharapkan dari kegiatan imtaq adalah lahirnya generasi religius yang berakhlak mulia. Karena, pondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara adalah akhlak yang baik dan benar, yang tertanam sejak dini.
2. Gerakan Literasi
Kegiatan membaca buku 15-20 menit sebelum KBM dibimbing oleh guru jam pertama. Terkait Gerakan Literasi ini, sekolah telah mengadakan beberapa aksi yang sudah maupun akan segera dirintis, antara lain:
• Membaca buku bacaan literasi pada jam ke nol, Selain mengaji, siswa juga melakukan kegaitan literasi dua kali sepekan sesuai diatur dalam jadwal. Mereka diberi waktu 15-20 menit sebelum KBM membaca buku-buku non-pelajaran, misalnya buku cerita, fiksi, novel, cerpen dan sebagainya, dan perpustakaan telah menyiapkannya. Hal ini bermaksud untuk menumbuhkan minat baca pada diri mereka dan penambahan wawasan untuk mereka. Kegiatan berakhir saat jam pertama dimulai, pukul 07.30.
• Berkunjung ke perpustakaan sekolah, guru bekerja sama dengan pengelola perpustakaan menjadwalkan kunjungan ke perpustakaan. Hal ini dilakukan di waktu luang, saat keluar main atau jam kosong, tidak ada guru yang mengajar karena kesibukan dan hal lain. Agar tidak menyia-nyiakan aktu, anak-anak diarahkan berkunjung ke perpustakaan untuk membaca buku dan menambah wawasan.
3. Gerakan Disiplin,
Gerakan ini telah dirintis beberapa bulan yang lalu. Hal ini bermaksud untuk menanamkan dan menumbuhkan kedisiplinan kepada diri masing-masing siswa melalui pembiasaan dan keteladanan guru.
• Penyambutan siswa pagi hari, sekolah telah membuat jadwal sambutan siswa pagi hari. Sebelum pukul 07 guru-guru sudah berdiri di halaman depan sekolah menyambut anak-anak. Hal ini juga bermaksud agar guru-guru menyapa mereka, sehingga terjalin keakraban dan memastikan mereka hadir di sekolah dalam kondisi prima, berpakaian rapi dan sudah siap untuk ikut pelajaran pada hari itu.
• Pembinaan oleh guru, wali kelas dan guru BK
Dalam rangka pembinaan disiplin anak-anak, guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK harus berkolaborasi dalam rangka pembinaan disiplin anak-anak. Misalnya, untuk mencegah terjadi perkelahian atau hal-hal lain guru-guru perlu melakukan pembinaan dan juga bekerja sama dengan dengan orang tua/wali.
Komentar
Posting Komentar