FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET

 FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET*

(Seri Pembelajaran Mendalam)

Oleh:Nasrullah, S.Pd. M.Pd.

 

                    (dikutip dari Modul 1 Diklat Pembelajaran Mendalam)

Seorang guru harus memahami dengan baik konsep tentang pola pikir, agar bisa mengajar muridnya bertumbuh dan mengalami kemajuan dalam proses pembelajaran. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Stanford University menunjukkan bahwa intervensi pola pikir yang dilakukan oleh guru sangat membantu dalam kemajuan belajar murid. Hal ini berdampak positif pada raihan hasil belajar yang optimal bagi mereka.

Dewasa ini telah berkembang pemahaman tentang pola pikir. Pemahaman yang paling populer adalah konsep tentang Pola Pikir Tetap (Fixed mindset) atau disingkat PPT dan Pola Pikir Bertumbuh (Growth mindset) atau disingkat PPB yang diajukan oleh Brock dan Hundley. Dua hal ini sekarang menjadi salah satu fokus dalam Pembelajaran Mendalam (PM).

Penting bagi seorang guru untuk memahami lebih mendalam tentang konsep ini. Berikut ini adalah beberapa ciri murid yang berpola pikir PPT. Seorang individu yang berpola pikir PPT cenderung lamban dalam berkembangan belajarnya karena ada resistensi pada dirinya untuk menolak kemajuan atau pertumbuhan. Hal yang tampak pada murid, misalnya mereka yang merasa gagal sebelum berusaha, takut berbuat salah karena dianggap sebagai aib. Mata Pelajaran yang sedang dia pelajari tidak sesuai bakatnya, sehingga dia tidak mau berusaha untuk belajar dan menyerah pada kegagalan.

Sebaliknya, murid yang berpola pikir PPB adalah mereka yang selalu berpikir positif (thinking positively) dalam banyak hal. Mereka pada kelompok ini sangat berpeluang untuk tumbuh dalam proses belajarnya. Hal ini bisa ditandai dari mereka yang selalu optimis, mau menerima tantangan belajar, dan tidak takut berbuat salah karena kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Mereka cenderung mengatasi masalah belajar dengan berpikir alternatif (thinking out of box).

Mengubah pola pikir dari PPT menuju PPB bukalah suatu hal yang mustahil. Peran seorang guru sangat besar dalam melakukan intervensi hal ini. Untuk itu seorang guru perlu memahami betul konsep tentang PPT dan PPB tersebut. Berikut ini adalah 4 (empat) zona yang harus dilalui oleh seorang individu sebelum tiba di PPB.

1. Comfort Zone (Zona Nyaman), yaitu kondisi di mana seseorang yang selalu diam di tempat, bermalas-malasan dan tidak berusaha untuk maju karena merasa nyaman di posisi itu. Murid pada posisi ini akan cenderung apatis, ogah-ogahan. Ketika guru memberi tugas misalnya dia mengerjakan dengan setengah hati, karena menganggap dirinya tidak berbakat, tidak memiliki kemampuan seperti rekan-rekannya yang lain. Intervensi guru sangat diperlukan agar mereka bisa keluar dari zona ini.

2. Fear Zone (Zona Khawatir), yaitu kondisi di mana seseorang merasa takut tertinggal dari rekan-rekannya yang lain. Murid pada posisi ini mulai memikirkan tentang kondisi dirinya apabila dia tidak belajar maka dia tidak bisa meraih prestasi belajar seperti teman-temannya yang lain. Jika sudah berada pada posisi ini, berarti murid kita sudah mulai meninggalkan zona nyamannya. Namun hal ini tidak cukup, guru harus terus memupuk motivasi mereka agar mereka berubah ke arah yang lebih maju lagi.

3. Learning Zone (zona belajar), yaitu kondisi di mana murid mulai menemukan momentum untuk kreatif dalam belajar. Mereka mulai bersemangat untuk mengubah diri dengan belajar yang lebih tekun agar bisa berkompetisi yang sehat dengan rekan-rekannya. Pada tahap ini, guru perlu berperan sebagai fasilitator menciptakan ruang untuk kolaborasi misalnya, membentuk komunitas belajar di kelas. Murid belajar berkolaborasi, saling berbagi ide di dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

4. Growt Zone (Zona Bertumbuh), yaitu posisi pamuncak dari sebuah pola pikir bertumbuh. Mereka yang berada pada zona ini sudah memiliki inovasi dalam mengkreasi hasil belajarnya. Guru berhasil mengintervensi mereka untuk berpikir di luar kotak. Murid pada posisi ini adalah mereka sukses dalam belajarnya karena  berhasil membuat inovasi baru dalam pembelajaran. Mereka bisa dijadikan role model dalam pembelajaran, misalnya menjadi tutor sebaya untuk rekannya yang lain.

Kesimpulan

Pola Pikir Bertumbuh (PPB) pada murid adalah sebuah proses panjang yang sangat memerlukan intervesi dari guru di sekolah maupun orang tua di rumah. Agar murid memiliki PPB maka mereka harus terus dimotivasi, diberi pujian agar tumbuh semangat dalam proses belajarnya. Hal yang tidak kalah penting adalah bahwa PPB tidak fokus pada hasil tetapi pada proses.

Wallahu a,lam bishowab

*dikutip dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERI PEMBELAJARAN MENDALAM: FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET

Pembelajaran Mendalam: Fusi Model Lama dengan yang Baru