Diklat Pembelajaran Mendalam

 Diklat Pembelajaran Mendalam Kepala Sekolah Batch 1 Kota Mataram



Alhamdulillah Diklat Pembelajaran Mendalam untuk Kepala Sekolah di Kota Mataram mengambil lokus di SMPN 23 Mataram. Peserta terdiri dari para kepala TK, SD, SMP, SMA dan SMK baik negeri dan swasta se MKota Mataram yang sudah mendapat Daba BOS Kinerja dari Pemerintah. Mereka mendapatkan Dana BOSKIN karena telah mengukir prestasi akademik, non akademik maupun jumlah murid yang melebihi 400 orangpada tahun pelajaran berjalan (2025-2026). 

Pada Diklat Pembelajaran Mendalam ini para peserta dibekali dengan 5 (lima) Modul. Modul 1 berisi Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset), modul 2 membahas Konsep dan Kerangka Kerja, Modul 3 tentang Penyelarasan Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan dengan Pembelajaran Mendalam, modul 4 terkait Kepemimpinan dan Pengelolaan Praktik Pedagogis, Kemitraan Pembelajaran, Penciptaan Lingkungan Belajar, dan Pemanfaatan digital dan modul 5 mendiskusikan Strategi Pengelolaan Pembelajaran Mendalam


Pada Diklat Pembelajaran Mendalam untuk para Kepala Sekolah ini, BGTK NTB membuat skema pelatihan:IN-ON-IN. Para peserta mengikuti diklat secara daring dan luring. Pada IN 1,  mereka harus  masuk ke LMS untuk untuk mendapatkan modul dan mengerjakan tugas, dan mengikuti pelatihan secara luring didampingi olhe 2 orang fasilitator.  Peserta membuka LMS mempelajari 5 modul yang sudah tersaji di dalamnya dan mengerjakan baik secara asinkronus (kerja mandiri) maupun sinkronus. 

Pada kegiatan ON, para peserta melakukan On the Job Training (OJT), berpraktik di sekolah yang mereka pimpin masing-masing. Pada kegiatan OJT ini mereka menyusun program kerja penerapan Pembelajaran Mendalam di sekolah masing-masing. Mereka menyusun Visi-Misi-dan Tujuan Jangka Pendek dan Penengah dan Jangka Panjang Sekolah yang dipimpinnya, berdiskusi dengan stake holder yang ada di sekolah. Dia bersama Guru dan tenaga tendik di sekolah menyusun program inkuiri kolaboratif, yaitu rancangan program kerja yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah, membuat perencanaan, mengimplementasikan dan mengevaluasinya untuk kemajuan sekolah yang dipimpinnya.

Pada tahap ini, mereka akan dikunjungi dan dievaluasi oleh fasilitator. mereka juga akan melakukan pertemuan berkala untuk mendiskusikan sejauhmana program yang disusun sudah berjalan. Mereka akan melakukan diskusi kelompok untuk menemukan dan memecahkan kendalanya, dan saling berbagi praktik baik yang sudah berjalan.

Pada akhir, yaitu IN-2, kegiatan diakhiri dengan refleksi dan rencana tindak lanjut. Peserta dipandu oleh fasilitator mendiskusikan hal-hal yang akan dilakukan untuk perbaikan ke depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERI PEMBELAJARAN MENDALAM: FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET

Pembelajaran Mendalam: Fusi Model Lama dengan yang Baru