Hukuman dan Konsekuensi

 HUKUMAN VS KONSEKUENSI

Oleh

Nasrullah Syarif 

Merdeka Belajar: salah satu hal penting yang perlu dibangun di sekolah adalah BUDAYA POSITIF, dulu istilahnya kultur sekolah. Kultur sekolah ditumbuhkan setidaknya melalui 3 cara:

PEMBIASAAN, di mana anak2 dibiasakan dengan kegiatan2 positif untuk menumbuhkan kebiasaan yang kelak diharapkan menjadi kultur, misalnya: gerakan imtaq, gerakan kebersihan, gerakan literasi, disiplin belajar dll.

KETELADANAN, untuk menumbuhkan budaya positif pada anak2 tidak cukup dengan pembiasaan saja, tetapi harus ada keteladan dari orang dewasa di sekitarnya. Misal, sebelum guru melarang anak merokok, dia harus berhenti merokok (setidaknya di depan mereka).

PENEGAKAN ATURAN SEKOLAH, di mana sekolah membuat rujukan yang dipedomani oleh anak-anak, yaitu buku saku yang berisi ATURAN2 SEKOLAH dan bentuk HUKUMAN kalau dilanggar. 

Namun, dalam kurikulum merdeka pendekatannya berbeda, HUKUMAN diganti KONSEKUENSI. Apa bedanya?

HUKUMAN: yaitu pemberian tindakan terhadap pelanggaran namun tidak relevan. Misal, anak terlambat dihukum dengan membersihkan WC, itu dua hal yg tdk berkaitan dan berdampak kurang baik bagi tumbuh kembang anak.

KONSEKUNSI, pemberian tindakan disiplin yang relevan. Misal, anak terlambat ikut pelajaran Bahasa Inggris, guru menyuruhnya membuat TEXT SEDERHANA KENAPA TERLAMBAT (recount text). Menurut penelitian, justru hal ini lebih cocok untuk perkembangan akhlak dan kedisiplinan anak..... 

BUKANKAH SURGA DAN NERAKA JUGA ADALAH KONSEKUENSI DARI PERBUATAN KITA DI DUNIA?

Wallahu a'lam bish showab.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERI PEMBELAJARAN MENDALAM: FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET

Pembelajaran Mendalam: Fusi Model Lama dengan yang Baru