Student Agency

 SERI MERDEKA BELAJAR

STUDENT AGENCY

Oleh 

Nasrullah Syarif



Dalam Kurikulum Merdeka ada salah satu point menarik yang perlu dicerna oleh guru, yaitu STUDENT AGENCY. Ini artinya guru memberi kepercayaan lebih kepada siswa untuk menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan rekan di sekitarnya. Mereka diberi tanggungjawab menyelesaikan persoalan belajar kepada mereka sendiri dengan intervensi minimal dari guru. Termasuk dalam me-manage berbagai kegiatan di sekolah, guru cukup berperan sebagai fasilitator dan pembimbing saja. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada diri mereka. 

Siswa harus dilatih dan dibiasakan agar tumbuh jiwa kepemimpinan pada diri mereka. Sekolah diharapkan berperan menciptakan kondisi agar pada diri siswa lahir agen-agen sebagai pemimpin sesuai potensi yang mereka miliki.

Dalam modul 3.3 Program Guru Penggerak (PPGP) ada tiga aspek yang perlu menjadi perhatian guru agar tercipta STUDENT AGENCY di lingkungan sekolah, yaitu: 

- VOICE (suara), 

- CHOICE (pilihan) dan

- OWNERSHIP (rasa memiliki). 

VOICE: Guru memfasilitasi siswa menyalurkan pendapat mereka. Aspirasi siswa perlu diakomodasi agar di sekolah tercipta menjadi lingkungan yang demokratis. 

CHOICE: sekolah juga mesti bisa memberi tawaran dengan variasi pilihan, sesuai kebutuhan mereka. Misalnya, dalam kaitannya dengan pembelajaran berdiferensiasi, siswa diberi kebebasan untuk memilih sesuai bakat dan minat mereka. Siswa yang bergaya belajar visual diperbolehkan membuat tugas yang tidak sama dengan mereka yang bertipe kinestetik, dan sebagainya.

OWNERSHIP: Jika siswa sudah terjamin mendapatkan kemerdekaan dalam berpendapat, dan menentukan pilihan-pilihan yang mereka inginkan, maka diharapkan akan tumbuh rasa memiliki (ownership). Ownership erat kaitanya dengan tanggung jawab (responsibility). Artinya bahwa, jika anak merasa memiliki sesuatu, maka mereka akan melakukannya (misalnya, tugas dari guru) dengan penuh tanggung jawab.

Wallahu alam bissawab…..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERI PEMBELAJARAN MENDALAM: FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET

Pembelajaran Mendalam: Fusi Model Lama dengan yang Baru