Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Seri Merdeka Belajar, TheScrab Game

Gambar
 SERI MERDEKA BELAJAR Oleh Nasrullah Syarif Dalam kurikulum merdeka, salah satu point penting yang harus menjadi perhatian guru adalah memerdekakan anak dari rasa bosan dan stress dalam proses Kegaiatan Belajar Mengajar (KBM). Menurut seorang pakar Psikologi Carl Rogger, salah satu cara guru memerdekakan anak dari perasaan yang tidak menyenangkan, bosan dan tertekan dalam belajar adalah dengan menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning).  Ada banyak cara yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan joyful learning dalam KBM, salah satunya adalah dengan games. Untuk itu, penulis telah menciptakan dan mengadaptasi beberapa jenis games dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Salah satu diantaranya adalah Thematic Scrabble (TheScrab), yaitu modifikasi dan kombinasi dari permainan Scrabble dan Puzzle (TTS).  Permainan TheScrab dimainkan dalam kelompok berdua, bertiga, atau berempat. Permainan ini berbasis pada tema tertentu, sesuai kebutuhan di dalam kelas. Misalnya...

Merdeka Belajar, Kodrat Alam dan Zaman

  Merdeka Belajar: Kodrat Alam dan Zaman Oleh Nasrullah Syarif "Didiklah anakmu sesuai zamannya (Ali bin Abi Tholib)" Merdeka Belajar yang dianut dalam Kurikulum Merdeka berpedoman pada   nilai-nilai  filosofi pendidikan yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara (KHD) di lingkungan Taman Siswa. Menurut beliau,   Anak lahir dengan membawa kodratnya masing-masing. Oleh sebab itu, dalam proses Pendidikan mereka diibaratkan bibit jagung, dan guru adalah petaninya. Agar tumbuh subur maka bibit harus ditanam di tanah yang subur, di bawah sinar matahari yang cukup dan diberi pupuk dan dirawat yang baik. Tugas guru diibaratkan sebagai petani, dia merawat tanaman dengan sepenuh hati dan cinta kasih. Terkait tumbuh kembang anak, masih menurut KHD, ada dua hal yang menjadi perhatian bagi seorang pendidik, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman: - KODRAT ALAM, adalah nature yang menjadi basis visi Pendidikan anak, bahwa anak tumbuh kembang banyak dipengaruhi oleh lingkung...

Student's Wellbeing

 Student’s Wellbeing dalam  Merdeka Belajar Oleh Nasrullah Syarif Seorang pakar psikologi humanistik Carl Rogers mengatakan bahwa dalam mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) anak-anak memerlukan suasana yang damai agar mereka bisa mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka secara optimal. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara (KHD) bahwa guru disarankan untuk mengampu KBM yang menyenangkan bagi anak, dengan pengkondisian kelas sesuai kodrat mereka yang berbeda-beda. Hal ini dikenal dengan Merdeka Belajar. Salah satu point penting yang mengemuka dalam Program Merdeka Belajar adalah student’s wellbeing. Guru diharapkan bisa menghadirkan pembelajaran yang berbasis pada siswa (bottom up), agar melahirkan suasana yang damai dan menyenangkan. Berbeda dengan KBM saat ini yang bersifat top-down, guru menyampaikan materi untuk menuntaskan tugas yang diembannya, bukan berdasarkan pada kebutuhan belajar murid. Ide Merdeka Belajar ini berangka...

Pembelajaran Bahasa Inggris dalam Kurikulum Merdeka

 PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DALAM KURIKULUM MERDEKA By Nasrullah Syarif Dalam implementasinya, Pembelajaran Bahasa Inggris selama ini, kita mengenal four-integrated skills. Yaitu pengintegrasian ke-empat keterampilan berbahasa: LISTENING, SPEAKING, READING dan WRITING dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Namun pada Kurikulum Merdeka, keempat skill tersebut dielaborasi menjadi enam: - MENYIMAK: mendengarkan input Bahasa Target  dari media yg berbentuk AUDIO - MEMIRSA: mendengarkan dan memahami input Bahasa Target dari media AUDIO-VISUAL (multi media) - MEMBACA: membaca dan memahami text - BERBICARA: mempraktekkan (PRACTICING) Bahasa Target - MENULIS: Menulis (berlatih dan memproduksi) text Bahasa Target - PRESENTASI: Mempresentasikan (dalam tahapan) memproduksi (PRODUCING) Bahasa Target.....

Hukuman dan Konsekuensi

 HUKUMAN VS KONSEKUENSI Oleh Nasrullah Syarif  Merdeka Belajar: salah satu hal penting yang perlu dibangun di sekolah adalah BUDAYA POSITIF, dulu istilahnya kultur sekolah. Kultur sekolah ditumbuhkan setidaknya melalui 3 cara: PEMBIASAAN, di mana anak2 dibiasakan dengan kegiatan2 positif untuk menumbuhkan kebiasaan yang kelak diharapkan menjadi kultur, misalnya: gerakan imtaq, gerakan kebersihan, gerakan literasi, disiplin belajar dll. KETELADANAN, untuk menumbuhkan budaya positif pada anak2 tidak cukup dengan pembiasaan saja, tetapi harus ada keteladan dari orang dewasa di sekitarnya. Misal, sebelum guru melarang anak merokok, dia harus berhenti merokok (setidaknya di depan mereka). PENEGAKAN ATURAN SEKOLAH, di mana sekolah membuat rujukan yang dipedomani oleh anak-anak, yaitu buku saku yang berisi ATURAN2 SEKOLAH dan bentuk HUKUMAN kalau dilanggar.  Namun, dalam kurikulum merdeka pendekatannya berbeda, HUKUMAN diganti KONSEKUENSI. Apa bedanya? HUKUMAN: yaitu pemberian t...

Merdeka Belajar; Student's Wellbeing

Student’s Wellbeing dalam  Merdeka Belajar Oleh Nasrullah Syarif Seorang pakar psikologi humanistik Carl Rogers mengatakan bahwa dalam mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) anak-anak memerlukan suasana yang damai agar mereka bisa mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka secara optimal. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara (KHD) bahwa guru disarankan untuk mengampu KBM yang menyenangkan bagi anak, dengan pengkondisian kelas sesuai kodrat mereka yang berbeda-beda. Hal ini dikenal dengan Merdeka Belajar. Salah satu point penting yang mengemuka dalam Program Merdeka Belajar adalah student’s wellbeing. Guru diharapkan bisa menghadirkan pembelajaran yang berbasis pada siswa (bottom up), agar melahirkan suasana yang damai dan menyenangkan. Berbeda dengan KBM saat ini yang bersifat top-down, guru menyampaikan materi untuk menuntaskan tugas yang diembannya, bukan berdasarkan pada kebutuhan belajar murid. Ide Merdeka Belajar ini berangkat dari...

Guru Penggerak, Merdeka Belajar

 Merdeka Belajar, Transformasi Pendidikan dan Guru Penggerak Oleh H. Nasrullah, M.Pd. Tiga istilah di atas akan menghiasi dunia pendidikan kita sampai beberapa tahun mendatang. Apakah makna dari masing-masing istilah tersebut? ~ Merdeka Belajar Merdeka belajar merupakan terobosan baru Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Teknologi yang diadopsi dari pandangan-pandangan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara (KHD). Menurut KHD anak-anak mestinya belajar berbasis pada kodrat mereka sebagai manusia yang merdeka, bukan karena pemaksaan dan penyeragaman dari pihak manapun. Anak-anak memiliki sifat kondrati yang mesti dihormati, misalnya: bakat, minat, kesenangan, keunikan karakteristik dan lain-lain yang membedakannya dari individu lain. Nah, “belajar” bagi mereka mesti mempertimbangkan karunia Tuhan berupa kodrat yang mereka miliki. Ibaratnya, ikan tidak bisa dipaksa untuk belajar memanjat sedangkan kucing tidak bisa dipaksa untuk belajar menyelam, karena itu bukan kodrat mereka. Demikia...

Pembelajaran Berdiferensiasi

 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh Nasrullah Syarif Salah satu topik yang mengemuka dalam Kurikulum Merdeka adalah Pembelajaran Berdiferensiasi (PB). PB  diadopsi dari pemikiran filosofis Ki Hajar Dewatara (KHD). Menurut KHD anak lahir membawa kodratnya masing-masing yang berbeda satu sama lain.  Model pembelajaran saat ini, lebih bersifat top down dari guru ke siswa. Guru mengejar target ketuntasan materi, sehingga membebani siswa dengan tugas, pekerjaan rumah dan lain-lain yang memberatkan siswa. Namun, PB bersifat bottom up, yaitu menganut pendekatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang mengakomodir kebutuhan siswa yang berbeda beda, dengan menekankan pada student’s wellbeing (kesenangan belajar siswa). PB berpedoman pada 3 (tiga) aspek:  1. kesiapan belajar (READINESS FOR LEARNING), ada siswa yang memiliki kesiapan belajar rendah (slow learners), sedang (average) dan tinggi (quick learners). Semuanya itu harus diakomodasi oleh guru, tanpa diskriminasi. 2. minat b...

Loka karya 7 Program Guru Penggerak: Panen Hasil Belajar

Gambar
Kerjasama Kelompok Aksi Nyata Tamu Dinas Pendidikan Provinsi NTB Pejabat Dinas Pendidikan Kota Mataram Kerjasama Kelompok Kunjungan Tamu ke Stand Pameran Kelas Berbagi Bersama Tamu undangan Pembukaan oleh Wali Kota Pesan Kesan Tamu Undangan