Puisi: Balada Negeri Dongeng


 Balada Negeri Dongeng

Oleh
Nasrullah Syarif
Di gorong-gorong pojok kota kusaksikan tikus-tikus
Mencuri dan berlarian dikejar penjual kacang goreng
Di gorong-gorong itu pula, kulihat politikus
Dia keluar, pamer senyum dengan wajah tercoreng
Di panggung sandiwara ujung negeri, politikus berbagi amplop merah
Kepada rakyat desa yang sedang menanti sembako murah
Di panggung itu juga dia tebar janji dan wewangian surgawi
Tentang dongeng keindahan dan kenikmatan palsu duniawi
Di lorong-lorong kampung, kupandang wajah sendu rakyat jelata tanpa dosa
Mereka menunggu sembako murah dengan ekspresi hampa, putus asa
Di lorong-lorong itu pula, kulihat politikus pilkadal melamar kuasa
Melalui pamflet murah dengan mulut terbuka penuh busa
Di mana-mana, ada spanduk pilkadal pamer wajah harap kursi dan kuasa
Para politikus tebar pesona, mulut komat-kamit tak takut dosa
Janji kepada rakyat kecil, tak pernah tunai sampai lusa
Itulah balada negeri dongeng penuh dusta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERI PEMBELAJARAN MENDALAM: FIXED MINDSET VS GROWTH MINDSET

Pembelajaran Mendalam: Fusi Model Lama dengan yang Baru