Cara Mudah menyusun PTK
Tips Menyusun PTK
oleh H. Nasrullah, M.Pd
Banyak guru yang mengalami kesulitan menyusun karya tulis sederhana, misalnya
laporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Padahal, laporan PTK mestinya
menjadi tugas wajib seorang guru sebagai pekerja profesional, dan merupakan
syarat wajib dalam rangka kenaikan pangkat (mulai golongan III. b ke atas). Akibatnya,
mereka kesulitan naik pangkat, dan sebagian mereka menempuh jalan pintas
(misalnya melakukan plagiarisme atau membeli hasil karya orang lain) walaupun
hal tersebut merupakan praktek ilegal.
Berikut ini adalah beberapa tips agar kita mudah mencoba melakukan PTK dan
terhindar dari praktek ilegal:
v
DIAGNOSIS MASALAH;
Setiap guru akan selalu menemukan masalah ketika mengajar. Masalah yang sering
muncul adalah prestasi belajar dan partisipasi belajar siswa yang rendah, dan
biasanya kedua hal tersebut saling terkait. Kalau siswa yang prestasi
belajarnya rendah, umumnya, juga karena partisipasi belajar yang rendah. Kemudian,
masalah didiagnosis lebih detail dan spesifik, berdasarkan empat aspek
keterampilan berbahasa: apakah terkait speaking, reading, writing atau
listening. Atau, kita memilah berdasarkan KI-KD atau jenis teks: Teks interaksi
(dialog), procedure, descriptive, recount, narrative dan report. Basis
diagnosis tentu berdasarkan hasil pengamatan atau analisis ulangan harian.
v
MERUMUSKAN MASALAH; Kedua
masalah tersebut (prestasi dan partisipasi belajar) di atas bisa digabung
menjadi obyek penelitian yang sama. Artinya, ke dua hal tersebut disatukan
dalam sebuat judul, namun dirumuskan dalam dua atau lebih masalah yang berbeda.
Misalnya: a. siswa kesulitan melakukan dialog sederhana, b. partisipasi belajar
siswa yang rendah.
v
MENENTUKAN PEMECAHAN
MASALAH; Maksudnya adalah memilih metode, teknik, pendekatan dan lain-lain yang
kira-kira tepat untuk memecahkan kesulitan belajar siswa. Bagi guru yang sudah
berpengalaman, tentu lebih mudah menentukan pemecahan masalah belajar, tetapi
bagi guru pemula (yunior) mereka perlu melakukan uji coba sebelum memulai
tindakan. Misalnya, Kalau siswa kesulitan dalam melakukan dialog
sederhana, guru membentuk aktivitas belajar berpasangan (pairwork) dan mereka
kemudian diajak bermain peran (role play)
v
MENENTUKAN SETTING
PENELITIAN; Salah satu setting yang penting adalah tempat penelitian. Kelas
mana yang harus dipilih? Tentunya pilihlah kelas yang kira-kira memiliki masalah
yang dominan, tetapi potensial untuk "diobati.” Pilihan kelas juga tentu
harus mempertimbangkan karakteristik siswa, misalnya, apakah mereka bisa diajak
untuk bermain peran, sehingga nantinya tidak mengganggu proses tindakan.
v
MENENTUKAN JUDUL
PENELITIAN; Setelah semua unsur di atas terbenuhi, sekarang tiba saatnya kita mencoba
merumuskan judul yang kira-kira merangkum potensi masalah dan pemecahannya.
Masalah (prestasi dan partisipasi belajar) akan menjadi variabel harapan, sedangkan
metode, teknik, atau pendekatan yang digunakan (bermain peran) akan menjadi
variabel tindakan. Oleh sebab itu, Judul penelitian harus mencakup: potensi
masalah, pemecahan masalah, setting (identitas kelas tempat penelitian), dan
waktu penelitian (tahun pelajaran). Judul tidak boleh lebih dari 20 kata.
Contoh: "Meningkatkan Kemampuan Siswa Melakukan Dialog Transaksional
Interpersonal dengan Bermain Peran; di Kelas 7.a Tahun Pelajaran 2020/2021
v
MENCARI TEORI
PENDUKUNG DAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN; Mungkin ini pekerjaan yang relatif
berat bagi kita kalau tidak terbiasa dengan kegiatan penelitian. Padahal, pada
dasarnya hal ini cukup mudah. Kita hanya meng-google kata-kata kunci saja, maka
akan muncul banyak sekali pilihan link (URL) yang cukup kita klik. Misalnya,
kita ingin mencari Link yang relevan dengan judul di atas, ketik saja
"Dialog Transaksional pdf" :Role play pdf " atau "Bermain
Peran pdf." dan lain-lain, maka akan muncul beberapa e-book atau jurnal
yang relevan.
v
MENYUSUN SISTEMATIKA
PENELITIAN; hal ini penting dilakukan agar apa yang akan kita tulis terarah
sesuai sistematika yang sudah di-set. Contoh:
- Judul
- Kata Pengantar
-
Abstrak
- BAB I: Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian
5. Variabel Penelitian
- BAB II: Kajian Pustaka
1. Teori-Teori Pendukung
2. Hasil Penelitian Terkait
3. Penjelasan Istilah
- BAB III: Metodelogi Penelitian
1. Metode
2. Setting
3. Data dan Sumber Data
- BAB IV: Pembahasan
1. Proses Tindakan
2. Hasil Penelitian
3. Pembahasan
- BAB V: Kesimpulan
1. Kesimpulan
2. Saran
- Referensi
- Lampiran-Lampiran
v
MENGUJI COBA
ALAT/MEDIA/TEKNIK/PENDEKATAN; Setelah memastikan masalah yang akan diteliti,
maka kita menentukan cara pemecahannya, berupa metode, teknik pendekatan dan
lain-lain, misalnya: Bermain Peran atau Role Play. Langkah berikutnya adalah
menguji cobakan hal tersebut. Hal ini bisa dilakukan di kelas tempat penelitian
atau di kelas lain. Hal ini bermaksud agar kita bisa memastikan bahwa alat
tersebut bisa berfungsi secara efektif dan proses tindakan berjalan dengan
baik. Siswa dipasang-pasangkan dengan peran masing-masing.
v
MERANCANG RPP; Selah
segala sesuatu sudah siap, maka kita mulai merancang RPP. Dalam RPP tentu kita
merencanakan secara komprehensif. Ada 4 hal pokok yang perlu direncanakan dalam
RPP, yaitu cakupan materi sesuai kurikulum (KI, KD, Indikator, Tujuan
Pembelajaran), Sumber belajar (media, buku yang digunakan, materi ajar dll),
Metode atau Pendekatan yang digunakan (role play atau bermain peran, teknik
jigsaw dll), dan teknik penilaian (apakah penilaian lisan, tertulis,
presentasi, soal pilihan ganda, esai pendek, naskah dialog dll) dan rubrik
penilaian (aspek-aspek apa saja yang dinilai).
v
MENYIAPKAN MEDIA; Hal
berikut yang penting untuk dipersiapkan adalah media yang akan digunakan. Ada
media untuk proses yang digunakan oleh guru dalam tindakan, misalnya: video,
audio, gambar, dan lain-lain; dan ada
media untuk presentasi siswa, misalnya PowerPoint (ppt), brosur dan lain-lain.
v
MENYIAPKAN LEMBARAN
OBSERVASI; Aspek-aspek apa saja yang akan diobservasi, baik dari sisi guru
maupun siswa, oleh observer. Misal:
Untuk Guru: Kesiapan mengajar, Proses Mengajar (Melakukan tindakan)
Untuk Siswa: Kesiapan Belajar, Paritisipasi belajar dan lain-lain
Lembaran Observasi sebaiknya dalam bentuk lembaran (chek list)
pengamatan yang memudahkan observer mengisinya.
v
MENDISKUSIKAN RPP
DENGAN KOLABORATOR; Kita harus mengajak kolaborator untuk mendiskusikan RPP dan
Lembaran observasi untuk menyamakan persepsi.
v
MENENTUKAN JADWAL
PENELITIAN; agar langkah-langkah penelitian bisa berjalan dengan lancar maka
kita harus menyusun Jadwalnya. Sebaiknya, penelitian dilakukan di awal tahun
pelajaran atau awal semester, minggu ke dua atau ke tiga, setelah kita
menemukan potensi masalah.
v
MEMULAI PENELITIAN;
Pastikan semua hal sudah dipersiapkan, RPP harus kita pahami betul sebelum
memulai penelitian. Ikuti siklus yang sudah direncanakan, dengan empat langkah
proses: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam
melakukan penilaian, kita harus berpedoman pada KKM yang telah dirumuskan dalam
Dokumen KTSP sekolah. Misalnya, setelah selesai siklus 1, kita melakukan analisis data (naskah
dialog dan presentasi dialog) namun menurut hasil analisis, belum mencapai
nilai rata-rata KKM (minimal 85% secara klasikal) maka kita melanjutkan dengan
siklus dua. Perbaikan tindakan harus berdasarkan hasil refleksi bersama siswa
dan kolaborator, akan hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki, baik pada tataran
konsep maupun tindakan. PTK berlangsung maksimal selama 3 siklus.
v
MENYUSUN LAPORAN
PENELITIAN: Laporan harus disusun berdasarkan sistematika yang telah dibuat,
sebelumnya.
v
PUBLIKASI HASIL
PENELITIAN; Setelah laporan Hasil penelitian telah
rangkum disusun, maka agar mendapatkan nilai angka kredit tambahan (2 angka
kredit) sebagai syarat kenaikan pangkat, hal yang tidak kalah pentingnya adalah
publikasi. Publikasi bisa dilakukan di jurnal ilmiah, baik di tingkat
regional maupun nasional, bahkan internasional.
Demikian, selamat mencoba....
advantageous post sir.
BalasHapusSemoga bermanfaat
BalasHapus