Sebuah Cerpen "The Stupid Captain di Negeri Bidadari
THE STUPID CAPTAIN DI NEGERI BIDADARI
Oleh
NASRULLAH SYARIF
Ada sekelompok BIRI-BIRI yang mengekslusifkan diri. Karena memiliki DADA, mereka merasa paling cantik. Untuk membedakan diri, mereka memasang DADA-nya. Lalu, mereka mengisolasi diri di suatu tempat yang nun-jauh dari Bumi. Setiba di sana, mereka menjelma menjadi BIDADARI-BIDADARI yang cantik jelita. Mereka adalah penghuni NEGERI DONGENG turun temurun. Dinamakan negeri dongeng karena selalu menjadi inspirasi nenek-nenek di bumi bercerita untuk mengantar tidur cucunya.
Itulah awal mula cerita ini. Konon, di alam kayangan berdirilah sebuah negeri dongeng yang gemah ripah loh jinawi. Negeri itu diibaratkan sebuah kapal yang sedang berlayar. Kapal tersebut sudah berlayar cukup jauh menyeberangi samudera yang luas. Kapal itu telah berhasil melewati gelombang dahsyat samudera luas. Puluhan pulau telah disinggahi. Telah banyak pahlawan yang gugur karena mempertahankan kapal dari kejahatan perompak laut.
Sistem pemerintahan untuk memilih nahkoda telah mapan. Nahkoda kapal selalu silih berganti sesuai periode yang telah disepakati. Sering kali, yang menjadi nahkoda adalah BIDADARA (bidadari ganteng), kadang-kadang adalah BIDADARI (bidadari cantik). Penumpang kapal cukup bahagia dengan keadaan kapal yang berlayar sesuai kompas. Mereka cukup puas dengan kepemimpinan nahkoda yang terampil mengatasi ganasnya ombak dan derasnya angin laut sehingga kapal berlayar mulus menatap dermaga terdekat.
Hingga tibalah suatu hari yang tidak dinyana. Kapal menabrang ICEBERG, kapal diterpa angin topan dahsyat, kapal dihantam ombak raksasa. Di dalam kapal sendiri baru saja terjadi pergantian nahkoda. Pada saat krisis, ternyata nahkoda yang terpilih tidak terampil mengatasi masalah yang bertubi-tubi. Yang lebih parah lagi, ternyata pemilihan THE STUPID CAPTAIN adalah by design.
Setelah sekian lama terjadi pergantian generasi. Di kapal telah tumbuh sekelompok anak cucu BIDADARA dan BIDADARI yang berkhianat. Mereka menjalin kongsi jahat dengan para penghuni sebuah pulau yang pernah disinggahi. Sistem yang sudah mapan dikapal mau diganti dengan sistem jahat yang mereka impor dari pulau asing itu. Mereka rela mengorbankan kapal yang hampir tenggelam dengan konsesi ekonomi yang menguntungkan kelompok mereka sendiri. Mereka rela mengorbankan prinsip demi pragmatisme perut. Mereka ridho menghianati saudaranya sendiri demi nafsu angkara murka mereka. Agar tujuan mereka mulus, mereka menempatkan THE STUPID CAPTAIN yang menahkodai kapal. Akibatnya, masalah datang bertubi-tubi, dan tidak tuntas-tuntas karena direkayasa seperti itu.

Komentar
Posting Komentar